Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki keanekaragaman vektor dan binatang pembawa
penyakit berdasarkan zoogeographical antara oriental dan area australia. Sampai saat ini sebagian besar
vektor dan binatang pembawa penyakit di Indonesia telah teridentifikasi terutama terkait dengan
penyakit-penyakit menular tropis (tropical diseases), baik yang endemis maupun penyakit-penyakit
menular potensial wabah. Mengingat beragamnya penyakit-penyakit tropis yang merupakan penyakit
tular vektor dan zoonotik, maka upaya pengendalian terhadap vektor dan binatang pembawa penyakit
menjadi bagian integral dari upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit tular vektor termasuk
penyakit-penyakit zoonosis yang potensial dapat menyerang manusia. Berdasarkan situasi epidemiologi
dan perubahan lingkungan hidup serta dinamika kependudukan, maka vektor dan binatang pembawa
penyakit merupakan ancaman bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Pelabuhan laut dan udara merupakan pintu gerbang lalu lintas orang, barang dan alat transportasi, baik
dari dalam maupun luar negeri. Seiring dengan meningkatnya arus pariwisata, perdagangan, migrasi dan
teknologi, maka kemungkinan terjadinya penularan penyakit melalui transportasi semakin besar.
Penularan penyakit dapat disebabkan oleh binatang maupun vektor penyakit yang terbawa oleh alat
transportasi maupun oleh vektor yang telah ada di pelabuhan laut atau udara.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, pengendalian vektor dan binatang
pembawa penyakit pada lingkungan tertentu, antara lain pada wilayah pelabuhan, bandar udara, dan pos
lintas batas negara (PLBN), merupakan pintu masuk negara yang harus bebas vektor dan binatang
pembawa penyakit sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Dengan demikian, tujuan
pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit di wilayah pelabuhan, bandar udara, dan PLBN
adalah untuk meniadakan vektor dan binatang pembawa penyakit.
Dalam rangka mencapai tujuan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit di wilayah
pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas negara, perlu dilakukan surveilans secara rutin minimal
sebulan sekali atau sesuai kebutuhan. Apabila hasil surveilans ditemukan vektor dan binatang pembawa
penyakit, maka harus dilakukan upaya pengendalian vektor secara terpadu.
Saat ini belum tersedia pedoman surveilans vektor dan binatang pembawa penyakit di wilayah
pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas negara. Sehubungan dengan itu, Kementerian Kesehatan
RI melalui Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan telah menyusun pedoman surveilans dan
pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit di di wilayah pelabuhan, bandar udara, dan pos
lintas batas negara.
Pedoman Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit di Pintu Masuk ini
dimaksudkan sebagai aturan/pedoman/acuan bagi petugas di Balai Besar/Balai Kekarantinaan
Kesehatan dalam melaksanakan kegiatan surveilans dan pengendalian vektor dan binatang pembawa
penyakit dalam rangka menurunkan risiko penularan penyakit tular vektor dan binatang pembawa
penyakit di wilayah pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas negara.
Pedoman ini disusun berdasarkan spesies vektor dan binatang pembawa penyakit yang penting dalam
persebaran penyakit tular vektor dan zoonotik baik antar wilayah dalam negara maupun antar negara,
termasuk prosedur surveilans dan pengendaliannya hingga prosedur preparasi sampel untuk uji
laboratorium rujukan.

Pedoman teknis ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan ilmiah terkini,
pengalaman praktis, serta rekomendasi nasional dan internasional. Pembaruan pedoman akan dilakukan
sebagai upaya menjaga kewaspadaan di wilayah pintu masuk/perbatasan, mengingat potensi persebaran
penyakit tular vektor dan zoonotik yang meningkat akibat perubahan lingkungan


 Back
Terbang77 RTP Terbang77 Slot Terbang77 Terbang77 Link Terbang77 Slot Terbang77 Scatter Hitam Slot Server Thailand Slot Server Thailand Slot Server Thailand Scatter Hitam RTP Slot Gacor Slot Kamboja