Skip to content Skip to footer
No Image Available

PERAN CLASCOTERONE PADA TATALAKSANA AKNE VULGARIS

 Penulis: dr. Novi Kusumaningrum, Sp. D.V.E., PhD, FINSDV, FAADV; Dr. dr. Radityastuti, Sp. D.V.E., FINSDV, FAADV; dr. Aria Hendra Kusuma, Sp. D.V.E.; dr. Carissa Adriana, Sp. D.V.E.; dr. Yuniar Dian Pramitasari  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 65  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 29 x 21 cm  Editor: dr. Novi Kusumaningrum, Sp. D.V.E., PhD, FINSDV, FAADV dan dr. Yuniar Dian Pramitasari
 Deskripsi:

Buku Peran Clascoterone pada Tatalaksana Akne Vulgaris ini berfokus pada akne
vulgaris sebagai penyakit kulit inflamasi kronis yang timbul akibat gangguan kelenjar
pilosebasea pada kutaneus dengan prevalensi tertinggi ke-8 di dunia, oleh sebab itu akne vulgaris
menjadi perhatian penting dalam bidang dermatologi. Terdapat 4 jalur patogenesis yang
mempengaruhi pembentukan AV, yakni peningkatan produksi sebum, inflamasi dan respon imun,
kolonisasi dari Propionibacterium acnes, serta hiperkeratinisasi. Terdapat pula beberapa hormon
yang berimplikasi sebagai etiologi AV. Terutama pada masa pubertas, hormon-hormon ini akan
meningkat secara multipel dan menyebabkan peningkatan drastis dari produksi sebum. Androgen
merupakan hormon yang memiliki peranan penting dalam regulasi produksi sebum ini, seperti
testosteron dan 5-alpha-dihydrotestosterone (DHT).
Rejimen terapi akne dapat berupa topikal dan sistemik, dimana rejimen ini akan
menargetkan salah satu dari jalur patogenesis ini. Terapi utama yang seringkali digunakan dalam
pengobatan akne meliputi penggunaan agen topikal, seperti benzoil peroksida, antibiotik,
retinoid, dan agen topikal lainnya. Namun, sebagian besar terapi topikal ini memiliki dampak
reaksi lokal kulit, berupa edema, eritema, pruritus, atrofi kulit, sensasi terbakar, dan
telangiektasia. Antibiotik sistemik adalah alternatif obat topikal yang digunakan untuk
pengobatan akne vulgaris derajat sedang hingga berat. Permasalahan resistensi antibiotik pada
pengobatan AV masih menjadi perhatian terapeutik yang signifikan. Penggunaan clascoterone
sebagai agen antiandrogen topikal baru pertama yang digunakan dalam terapi hormon pada akne
vulgaris menjadi terobosan baru untuk pasien dengan resistensi antibiotik atau tereksklusi dari
terapi antiandrogen. Serupa dengan rejimen akne lain, clascoterone dapat digunakan untuk
berbagai derajat keparahan akne. Penggunaan clascoterone relatif aman, dengan efek samping
topikal yang minimal. Sebagai rejimen topikal inhibitor androgen pertama yang dapat digunakan
oleh pria dan wanita, clascoterone tidak memiliki efek sistemik antiandrogen seperti kontrasepsi
oral dan spironolakton. Oleh sebab itu, clascoterone dipercaya sebagai terapi yang menjanjikan
untuk AV pada pasien usia 12 tahun keatas.


 Back
Terbang77 RTP Terbang77 Slot Terbang77 Terbang77 Link Terbang77 Slot Terbang77 Scatter Hitam Slot Server Thailand Slot Server Thailand Slot Server Thailand Scatter Hitam RTP Slot Gacor Slot Kamboja