Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Situasi tenaga kesehatan di Dunia pada tahun 2030 berdasarkan model berbasis
need, kekurangan (shortage) tenaga kesehatan terbesar akan terjadi di wilayah Afrika, Asia
Tenggara, dan Mediterania Timur. Adapun berdasarkan model berbasis demand,
kekurangan (shortage) tenaga kesehatan terbesar akan terjadi di wilayah region pasifik
barat, amerika, dan asia tenggara.
Situasi tenaga kesehatan di Negara OECD Pada tahun 2019, kekurangan tenaga
kesehatan terbesar di 20 Negara meliputi Negara Belgia, Thailand, Yunani, Finlandia, Peru,
Spanyol, Belanda, Portugal, Rumania, Denmark, Norwegia, Slovenia, Islandia, Brazil, Amerika
Serikat, Turki, Swiss, Bolivia, dan Republik Slovakia. Adapun situasi surplus tenaga kesehatan
terbesar meliputi Mauritius, Malaysia, dan Korea.
Situasi tenaga kesehatan di Indonesia tahun 2022 yang memenuhi target rasio
adalah tenaga perawat dan untuk proyeksi tenaga kesehatan tahun 2030 yang memenuhi
target rasio, yaitu tenaga medis (Dokter Gigi, Spesialis Obgyn, Spesialis Saraf, dan Spesialis
Bedah Saraf) dan tenaga kesehatan (Perawat, Bidan, ATLM, Tenaga Sanitasi Lingkungan, dan
Tenaga Gizi).
Perawat adalah tenaga yang memiliki peluang besar untuk didayagunakan pada
Global Health Labor Market.
Berdasarkan hasil analisis global health labor market, negara dengan potensi untuk
menjadi lokus penempatan tenaga perawat sebagai pekerja migran Indonesia meliputi di
Benua Australia (Australia), Asia (Malaysia, Korea Selatan, dan Mesir) dan Amerika-Eropa
(Norwegia dan Kanada).
Persyaratan untuk memasuki pasar kerja global bervariasi sesuai dengan kebutuhan
di tiap negara atau pengguna (Ujian Nasional Kokka Shiken, Uji Prometrik, NCLEX, BTCLS,
BIG Registration, dan sebagainya)
Global Health Labor Market saat ini dilaksanakan melalui berbagai bentuk skema
pendayagunaan meliputi skema Government to Government (G to G), Government to
Private (G to P), Private to Private (P to P), dan Perseorangan atau Mandiri.
Pendayagunaan Tenaga Kesehatan sebagai pekerja migran Indonesia diharapkan
dapat diperluas melalui skema Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS).
Negara yang sudah melakukan penempatan dengan skema G to G meliputi Jepang
(IJEPA) dan Jerman (Triple Win). Adapun untuk Negara Kuwait dan Arab Saudi saat ini
sedang dalam tahap perancangan Technical Arrangement (TA)
Negara yang sudah melakukan pendayagunaan dengan skema G to P adalah
Belanda melalui Yomema B.V dengan Program Peningkatan Kapasitas Perawat Indonesia
Negara yang sudah terdapat penempatan dengan skema P to P tahun 2017-2023
meliputi 7 negara, yaitu Taiwan, Kuwait, Belanda, Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, dan
Qatar.

Negara yang sudah terdapat penempatan dengan skema mandiri/perseorangan
pada tahun 2017-2023 meliputi Jepang, Jerman, Kuwait, Oman, Maldives, Papua New
Guinea, Saudi Arabia, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Jumlah returnee jika diasumsikan seluruh Pekerja Migran Indonesia tersebut tidak
langsung memperpanjang masa kontrak kerja nya maka rata-rata migrasi balik tahun 2023-
2027 adalah 74% untuk jabatan careworker dan 26% untuk jabatan nurse.


 Back