Skip to content Skip to footer
No Image Available

Kolaborasi Seluruh Negeri Menanggulangi Pandemi

 Penulis: Robert Adhi Kusumaputra  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  ISBN: -  Halaman: 269  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 26 x 20 cm
 Deskripsi:

BUKU COVID-19_DUMMYkolaborasi seluruh negeri menanggulangi pandemiSebagai bagian dari negara yang memiliki keterbukaan akses dengan negara lain, Indonesia tidak luput dari pandemi COVID-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada Januari 2020. Tiongkok melaporkan temuan penyakit “aneh” ini ke WHO yang selanjutnya mendeklarasikan penyakit yang wajib diwaspadai oleh dunia. Sampai 23 Oktober 2022, jumlah kasus virus corona menjangkiti 632-an juta dan menyebabkan 6,5 juta kematian orang di 230 negara dan teritori di dunia. Di Indonesia, jumlah kematian akibat COVID-19 sampai Oktober 2022 tercatat 158.416 kasus dari total dari 6,4 juta kasus (dan 6,2 juta di antaranya sembuh).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menguatkan Testing, Tracing, dan Treatment atau Tes, Telusur dan Tindak lanjut (3T), untuk memutus rantai penularan COVID-19 varian Alfa. Selain itu, kepada masyarakat terus meningkatkan Gerakan “Semua Pakai Masker”, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sampai pembuatan aplikasi “PeduliLindungi”. Hal ini dilakukan untuk mengubah perilaku demi melindungi diri dan semua orang di sekitarnya.

Ketika varian Delta memuncak sejak pertengahan 2021, rumah sakit penuh, persediaaan oksigen menipis, tenaga kesehatan kewalahan bahkan berguguran, jumlah pasien yang meninggal terus bertambah. Kemenkes melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi berbagai persoalan ini, mulai dari membangun rumah sakit darurat COVID-19, meminta produsen oksigen industri mengonversi untuk kepentingan medis, memperbarui data SIRANAP dengan bantuan relawan, membuat laman Farma Plus, sampai menciptakan aplikasi Telemedicine.

Pemerintah didukung dari berbagai pihak swasta, TNI-Polri, tokoh agama, dan semua pemangku kepentingan bergotong-royong bergerak ke arah yang sama: membangun sentra-sentra vaksin, mempercepat vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Dengan pengendalian yang massif, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, dan termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia dengan 432 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan.

Menyusul gelombang ketiga, Kemenkes sudah jauh lebih siap menghadapi varian Omicron. Meski jumlah kasus positif Omicron lebih banyak dibandingkan varian Alfa dan Delta, namun jumlah yang dirawat di rumah sakit dan yang meninggal relatif lebih sedikit. Kemandirian Indonesia dalam mengatasi pandemi COVID-19 makin kuat setelah Bio Farma mampu memproduksi vaksin produk Indonesia yaitu IndoVac.

Para pengusaha Indonesia memuji kebijakan “gas dan rem” Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19, mulai dari melibatkan semua elemen masyarakat dalam program vaksinasi, sampai keputusan untuk tidak melakukan “lockdown” total sehingga roda perekonomian tetap berputar dan masyarakat tetap dapat mencari nafkah.

Indonesia kini menuju endemi. Namun pandemi atau endemi, protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan.

 


 Back