Skip to content Skip to footer
No Image Available

KURIKULUM PELATIHAN BAGI FASILITATOR PEMICUAN 5 PILAR STBM PADA SITUASI BENCANA Metode Blended Learning (On-Off)

 Penulis: Ze Eza Yulia Pearlovie, SKM dan Ir. I Nyoman Oka, MM  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 53  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 26 x 20 cm  Editor: Ze Eza Yulia Pearlovie, SKM dan Ir. I Nyoman Oka, MM
 Deskripsi:

ndonesia termasuk salah satu negara yang rawan bencana, baik bencana alam, non alam, dan sosial, yang dapat terjadi sewaktu-waktu, tanpa ada peringatan. Dampak yang timbul akibat dari bencana ini salah satunya adalah terhadap lingkungan. Terjadinya kerusakan lingkungan dan infrastruktur publik, yang mendukung kehidupan manusia, seperti rusaknya tempat tinggal, rusaknya layanan air minum dan sanitasi, terjadi perubahan lingkungan yang kondusif bagi vektor dan binatang pembawa bibit penyakit, seperti nyamuk, lalat dan tikus. Selain permasalahan tersebut, muncul permasalahan lain pada situasi bencana, yaitu pengolahan pangan yang kurang / tidak higienis, perilaku pengungsi yang kurang menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, sehingga beresiko munculnya vektor penyakit dan gangguan kesehatan. Situasi paska bencana yang tidak segera diantisipasi, dapat menyebabkan kejadian bencana baru, yaitu kejadian luar biasa penyakit.

Untuk menanggulanginya, diperlukan upaya bersama, agar masyarakat pengungsi dapat segera kembali ke kehidupan normal. Salah satu upaya bidang kesehatan lingkungan yang penting dalam kondisi kedaruratan, adalah kegiatan promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat, seperti buang air besar di jamban, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pengelolaan air minum dan pangan, pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga. Upaya perubahan perilaku tersebut dilakukan melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendekatan STBM ini, telah diimpelementasikan pada bencana alam di Pasigala (Sulteng), di Lombok (NTB), banjir bandang Sentani (Papua), kerusuhan Wamena (Papua), dan telah berhasil memberdayakan masyarakat pengungsi, dengan mengubah perilakunya menjadi lebih higienis dan saniter serta berhasil meningkatkan kualitas kesehatan lingkungannya melalui fasilitator-fasilitator yang handal. Hal ini dtandai dengan turunnya kasus penyakit berbasis lingkungan di pengungsi.

Pada tahun 2020, telah terjadi pandemi Covid-19, sehingga ada pembatasan kegiatan masyarakat, dan perlu menjaga jarak untuk menghindari kerumunan. Kondisi demikian menuntut kreativitas dalam menyelenggarakan pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan petunjuk pelaksanaan pelatihan bidang kesehatan untuk melatih seseorang menjadi fasilitator handal, dengan menggunakan metode blanded learning (on-off), yaitu kombinasi pelatihan klasikal dan distance learning, sehingga kemudian Kementerian menyusun Kurikulum Pelatihan Bagi Fasilitator Pemicuan 5 Pilar STBM Pada Situasi Bencana dengan Metode Blanded Learning (On-Off).


 Back