Skip to content Skip to footer
No Image Available

Panduan Komunikasi untuk menginspirasi Perubahan Perilaku Masyarakat (Indonesia Menuju Eliminasi Malaria 2030)

 Penulis: dr. Helen Dewi Prameswari, MARS, Dedi Supriyanto, S,Si, MKM, Bayu Kurnia, SKM, Debora Tobing, Denny Firmanto Halim, Frisca Tobing, Iqbal Abisaputra, Rizqan Adhima, Yeni Indra, Zakiyah Derajat  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 108  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 26 x 20 cm  Editor: Ermi Ndoen
 Deskripsi:

Malaria merupakan salah satu penyakit yang upaya eliminasinya menjadi prioritas di tingkat global dan nasional. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengeliminasi malaria di Indonesia pada tahun 2030.

 

Buku Panduan ini disusun untuk membantu menginspirasi masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku, sehingga bisa mencapai Indonesia bebas malaria. Dasarnya memakai pendekatan komunikasi untuk perubahan sosial dan perilaku (SBCC), yaitu pendekatan komunikasi untuk mendorong individu dan masyarakat melakukan perilaku positif.

 

Di dalam buku ini dijelaskan tentang pentingnya keterlibatan aktif lintas program/sektor dan mitra terkait seperti keterlibatan puskesmas, kader malaria, pejabat desa/kampung, tokoh masyarakat, dll., dalam upaya merencanakan, menyusun, dan melaksanakan strategi komunikasi guna mendorong perubahan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mencari tahu masalah-masalah perilaku utama yang menghambat eliminasi malaria di suatu wilayah dan mendesain solusi yang kontekstual secara tepat.

 

Panduan ini disusun bersama-sama dengan masyarakat dan di dalamnya terdapat beberapa kegiatan dan permainan interaktif, serta gambar dan visual yang menarik. Berikut adalah ringkasan tahapan dalam buku panduan ini:

Tahap 1: Memahami perubahan perilaku, membahas pentingnya perubahan perilaku dan apa saja perilaku yang menghambat eliminasi malaria.

Tahap 2: Merencanakan perubahan perilaku, membahas pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak yang ada di desa atau lingkungan untuk eliminasi malaria.

Tahap 3: Menentukan perilaku yang ingin diubah, untuk mempelajari cara menentukan perilaku utama yang ingin diubah.

Tahap 4: Merancang solusi bersama, untuk merancang solusi yang tepat sesuai dengan perilaku utama yang menghambat eliminasi malaria di masyarakat – tersedia referensi bermacam-macam kegiatan komunikasi untuk perubahan perilaku, seperti permainan ular tangga malaria, membuat alat peraga, kartu tunjuk (atau showcard), dan kantong obat, hingga melakukan drama terkait malaria dan kader cilik.

Tahap 5: Monitoring dan evaluasi perubahan perilaku, untuk merancang monitoring dan evaluasi kegiatan komunikasi malaria.

 

Semoga buku panduan Panduan Komunikasi untuk Menginspirasi Perubahan Perilaku Masyarakat ini dapat membantu petugas kesehatan, puskesmas, kader dan berbagai lapisan masyarakat dalam menyusun kegiatan komunikasi yang sesuai, mengubah perilaku secara bersama-sama, sehingga Indonesia dapat mencapai eliminasi malaria.


 Back