Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Di Indonesia, virus highly pathogenic avian influenza (HPAI) A(H5N1) mulai
mewabah pada unggas sejak Oktober 2003 dan sampai saat ini virus ini masih
bersirkulasi. Pada Tahun 2005, mulai dilaporkan kasus Flu Burung (H5N1) pada
manusia, dan sampai saat ini terdapat 200 kasus terkonfirmasi dan 168 orang
diantaranya meninggal (CFR 84 %, Kemenkes RI Februari 2020). Sampai saat ini
secara epidemiologis dan virologis belum terdapat penularan antar manusia yang
efisien dan berkelanjutan. Penularan yang terjadi masih dari unggas ke manusia.
Dalam perkembangannya telah terjadi penurunan jumlah kasus Flu Burung
(H5N1) pada manusia di Indonesia dari 162 kasus (2003 – 2009) menjadi 1 kasus
konfirmasi pada tahun 2017 yang terjadi di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali.
Walaupun sudah 6 (enam) tahun tidak terjadi kasus konfirmasi Flu Burung pada
manusia, kita tetap harus waspada mengingat kasus Avian Influenza (AI) pada
unggas masih terjadi. Terlebih lagi dilaporkan pada Tahun 2020 ditemukan Avian
Influenza (H5N1) dengan clade 2.3.4.4b dari specimen burung liar di Chili Amerika
Selatan. Avian Influenza (H5N1) clade 2.3.4.4b tersebut menyebar terutama melalui
burung yang bermigrasi ke banyak bagian Afrika, Asia, dan Eropa. Epizoonotik ini
telah menyebabkan kematian burung liar dan menjadi wabah pada unggas
domestik. Sejak ditemukan clade tersebut, WHO melaporkan ada enam kasus
manusia Flu Burung (H5N1) clade 2.3.4.4b sampai saat ini. Di Indonesia dilaporkan
suspek pertama pada itik pedaging di bulan Mei 2022 di Provinsi Kalimantan
Selatan, dan terkonfirmasi positif HPAI A(H5N1) clade 2.3.4.4 b. Dan sampai saat
ini, belum ada dilaporkan kasus Flu Burung (H5N1) pada manusia baik clade
2.3.4.4b ataupun clade lainnya yang sudah ada bersirkulasi di Indonesia.
Berdasarkan hasil risk assessment WHO, bahwa risiko saat ini terhadap
manusia yang ditimbulkan oleh virus influenza A(H5N1) clade 2.3.4.4b tetap rendah,
dan tidak ada penularan dari manusia ke manusia yang berkelanjutan. Untuk itu
perlu kiranya kita lebih mempersiapkan diri lebih baik lagi agar para tenaga
kesehatan kita siap jika kasus tersebut masuk ke Indonesia. Hal ini perlu
dipersiapkan dengan merevisi pedoman penanggulangan Flu Burung Tahun 2017
untuk memasukkan informasi terkait penyebaran virus influenza A(H5N1) clade
2.3.4.4b pada unggas dan manusia, perkembangan rumah sakit rujukan yang siap
menangani kasus serta mekanisme koordinasi jika terjadi kasus tersebut.
Buku Pedoman Penanggulangan Flu Burung ini merupakan edisi revisi dari
pedoman yang telah diterbitkan Tahun 2017 dengan beberapa informasi tambahan
sesuai dengan perkembangan saat ini. Semoga Revisi Pedoman Penanggulangan
Flu Burung ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam peningkatan kapasitas
sumber daya manusia


 Back