Skip to content Skip to footer
No Image Available

PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT VIRUS HANTA DI INDONESIA

 Penulis: drh. Endang Burni Prasetyowati M.Kes; dan Tim  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 78  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 25 x 16 cm  Editor: Listiana Aziza dan Gerald Bagus Aprilianto Caloh
 Deskripsi:

Penyakit virus Hanta adalah salah satu emerging zoonosis yang ditularkan oleh
hewan pengerat ke manusia. Penyakit virus Hanta disebabkan oleh orthohantavirus. Kasus
penyakit virus Hanta di dunia diperkirakan ada 200.000 kasus dengan Case Fatality Rate
(CFR) 1 – 50 % tergantung dari jenis virusnya. Penyakit virus Hanta menyebabkan dua
macam gejala klinis yaitu Hemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus
Pulmonary Syndrome (HPS). Kasus HFRS tersebar luas di dunia terutama Eropa dan Asia,
sedangkan HPS sampai saat ini hanya ditemukan di Benua Amerika.
Keberadaan dan sebaran orthohantavirus di Indonesia pada manusia masih belum
banyak diketahui, meskipun sudah ada studi/ laporan kasus penyakitnya. Sementara itu
keberadaan dan sebaran orthohantavirus pada reservoir di Indonesia telah dilaporkan.
Penyakit virus Hanta di Indonesia perlu diantisipasi dan mendapatkan perhatian khusus,
dikarenakan kasus di manusia masih menjadi fenomena gunung es sementara reservoir
yang ditemukan cukup beragam dan tersebar di berbagai tipe habitat. Berbagai upaya perlu
dilakukan meliputi lingkup surveilans, manajemen klinis, tata kelola spesimen, pengendalian
faktor risiko, komunikasi risiko, dan pemberdayaan masyarakat
Penemuan kasus pada manusia dimulai dari penemuan kasus di wilayah dan pintu
masuk hingga respon melalui manajemen kesehatan masyarakat seperti notifikasi,
penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan laboratorium. Diagnosis laboratorium untuk penyakit
virus Hanta dapat melalui tes serologis (ELISA atau IFA), molekuler dengan PCR ataupun
dilanjutkan dengan sequencing, atau bukti antigen virus dalam jaringan oleh
imunohistokimia.
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk penyakit virus Hanta; pengobatan
ditujukan sebagai terapi suportif dan simptomatif. Meskipun penularan dari manusia ke
manusia belum ditemukan, WHO (2022) merekomendasikan pelaksanaan pencegahan dan
pengendalian infeksi (PPI) penyakit virus Hanta tetap menerapkan pedoman PPI secara
umum. Penelitian vaksin untuk dengan Orthohantavirus berbagai teknologi baru masih
dikembangkan. Pengendalian faktor risiko penyakit virus Hanta mempertimbangkan
mekanisme pencegahan penularan maupun kelompok berisiko. Pengendalian meliputi
pencegahan penularan dari reservoir, pelaku perjalanan, pemahaman risiko pada populasi
tertentu dan pengendalian reservoir utama.
Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat (KRPM) untuk penanggulangan
penyakit virus Hanta dilakukan melalui berbagai upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
(KIE) kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Pesan kunci untuk pencegahan dan
pengendalian penyakit virus hanta meliputi Gambaran penyakit, pencegahan, deteksi dan
tatalaksana.


 Back
Scatter Hitam RTP Slot Gacor Slot Kamboja