Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Pemetaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Warga Negara Asing (SDMK WNA) dan Diaspora
Kesehatan dinilai penting sebagai bahan acuan dalam perencanaan penggunaan SDMK WNA di Indonesia
dan pendayagunaan diaspora kesehatan ke luar wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang bersumber
dari Kementerian Ketenagakerjaan, 65 tenaga kerja asing bidang kesehatan bersifat manajerial sehingga
penyebutan istilah tersebut disesuaikan menjadi Sumber Daya Manusia Kesehatan Warga Negara Asing
(SDMK WNA). Pemetaan SDMK WNA dapat dilakukan berdasarkan negara asal, jenis jabatan, dan sektor
usaha. Negara yang mengirimkan SDMK WNA terbanyak adalah Jepang, yaitu berjumlah 18 orang
(27,7%). Jenis jabatan terbanyak diisi oleh Marketing Advisor yaitu berjumlah 18 orang (27,7%).
Sementara itu, sektor usaha terbanyak adalah sektor jasa kesehatan swasta sebanyak 19 orang (29,2%).
Dalam rangka penggunaan SDMK WNA khususnya TK WNA, perlu dilakukan analisis dengan
mempertimbangkan kondisi tenaga kesehatan saat ini dan proyeksi hingga tahun 2035 dan 2045 yang
masih mengalami kekurangan tenaga. Berdasarkan penghitungan tersebut dihasilkan daftar jabatan
tenaga kesehatan yang dapat diusulkan untuk diisi oleh TK WNA, antara lain: 1) Spesialis Patologi
Anatomi (Sp. PA); 2) Spesialis Radiologi (Sp. Rad); 3) Apoteker; 4) Spesialis Bedah Toraks dan
Kardiovaskuler (Sp. BTKV); 5) Radiografer; 6) Spesialis Paru (Sp. P); 7) Dokter; 8) Spesialis Anestesi (Sp.
An); 9) Spesialis Bedah (Sp. B); 10) Spesialis Penyakit Dalam (Sp. PD); 11) Spesialis Anak (Sp. A); dan 12)
Spesialis Urologi (Sp. U). Namun, berdasarkan ketercapaiannya, dari 12 tenaga kesehatan tersebut, 5 di
antaranya sudah mencapai lebih dari 90% yang artinya kekurangan tenaga kesehatan untuk jenis tersebut
kurang dari 10%. Untuk kondisi demikian, diperlukan pengembangan upaya pemerintah untuk
menggencarkan pemenuhan tenaga kesehatan sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa 5 jenis
tenaga kesehatan tersebut dapat dipenuhi pada tahun 2035. Sementara itu, saat ini berdasarkan
proyeksi tenaga kesehatan hingga tahun 2045, didapatkan 5 rekomendasi jabatan tenaga kesehatan yang
dapat diisi oleh TK WNA, antara lain: 1) Spesialis Patologi Anatomi (Sp. PA); 2) Spesialis Radiologi (Sp.
Rad); 3) Apoteker; 4) Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskuler (Sp. BTKV); dan 5) Radiografer.
Berkaitan dengan diaspora kesehatan, terdapat perbedaan nomenklatur dan definisi dari
diaspora kesehatan dari BP2MI, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan. Maka, yang
dimaksud diaspora kesehatan dalam dokumen ini adalah warga negara Indonesia yang bekerja di luar
wilayah Indonesia bidang kesehatan atau menjalankan program peningkatan kapasitas bidang kesehatan
dari pemerintah. Dalam hal ini, program peningkatan kapasitas Yomema BV dan Tenaga Kesehatan
Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri juga termasuk dalam diaspora kesehatan.
Sesuai dengan data dari Kementerian Luar Negeri, pemetaan diaspora kesehatan dapat dilakukan
berdasarkan region, negara penempatan, jenis jabatan, dan jenis kelamin. Sebaran diaspora kesehatan
terbanyak berada di wilayah Asia yaitu berjumlah 1.304 orang (39,2%), sedangkan negara penempatan
terbanyak adalah di Jepang yaitu berjumlah 1.064 orang (32,0%). Sementara itu, jenis jabatan tertinggi
diisi sebagai SDMK lainnya (tidak dapat diidentifikasi jenis jabatan di dalamnya). Jenis kelamin terbanyak
yang mengisi jabatan diaspora kesehatan adalah perempuan yaitu sebanyak 2.095 orang (63,1%).
Sementara itu, berdasarkan data BP2MI, pemetaan diaspora kesehatan dilakukan berdasarkan skema G
to G, G to P, P to P, UKPS, dan Perseorangan. Namun, hingga tahun 2023 (Maret) belum ada penempatan
diaspora kesehatan untuk skema G to P dan UKPS. Pemetaan berdasarkan data tersebut dilakukan
dengan kategori negara penempatan, tahun penempatan, jenis jabatan, jenis kelamin, dan usia. Terkait
dengan diaspora kesehatan yang mengikuti program peningkatan kapasitas dari pemerintah, data yang

digunakan untuk pemetaan berasal dari Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan mengenai
Pemohon Program Adaptasi dan Tenaga Kesehatan Warga Negara Indonesia Lulusan Luar Negeri.
Pemetaan SDMK WNA dan diaspora melalui kerja sama ditujukan untuk memberikan gambaran
dan informasi kondisi SDMK WNA di Indonesia dan diaspora kesehatan di luar wilayah Indonesia yang
bekerja dan mengikuti program peningkatan kapasitas. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi salah satu


 Back