Skip to content Skip to footer
No Image Available

Petunjuk Teknis Multi-Month Dispensing untuk Penanggulangan HIV Di Indonesia

 Penulis: Tim Kerja Hiv dan PIMS  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 80  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 25 x 16 cm  Editor: dr. Lanny Luhukay; dr. Nurhalina Afriana, M.Epid
 Deskripsi:

Metode MMD memungkinkan tenaga kesehatan memberikan obat ARV untuk 3 sampai 6 bulan
sekaligus dalam sekali kunjungan pasien ODHIV. Metode ini memberikan beberapa keuntungan
baik bagi tenaga kesehatan maupun bagi pasien. Bagi tenaga kesehatan, metode ini
mengurangi beban kerja terutama bagi fasyankes yang menangani pasien ODHIV dalam jumlah
banyak. Tenaga kesehatan mempunyai waktu dan perhatian lebih baik bagi pasien baru, pasien
dengan kepatuhan dan retensi rendah (termasuk pasien alpa dan LTFU), dan pasien dicurigai
gagal terapi. Bagi pasien, MMD dapat mengurangi frekuensi kunjungan dan biaya kunjungan ke
fasyankes. Secara khusus, bagi pasien yang sedang berada jauh dari fasyankes karena alasan
pekerjaan, perjalanan, studi, atau alasan lainnya, MMD dapat menjadi solusi untuk tetap
menerima pengobatan.
Selain itu, MMD juga berkontribusi dalam mempertahankan kepatuhan dan retensi pasien
dalam pengobatan hingga mencapai supresi VL. 1Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Tahun 2023 Khusus terkait retensi pasien dalam pengobatan, analisis terhadap 17.084 ODHIV
dengan ART yang menerima MMD 3 bulan (328 orang), MMD 2 bulan (8.265 orang), dan
pengantaran ARV ke rumah pasien (1.370 orang) dibandingkan dengan ODHIV dengan ART
tetapi tidak menerima ketiga layanan tersebut (7.121 orang) di Jakarta pada tahun 2020,
menunjukkan bahwa pasien yang menerima MMD 3 bulan ternyata 7,53 kali lebih mungkin
untuk terus berada dalam pengobatan. Sementara pasien yang menerima MMD 2 bulan, 3,71
lebih mungkin untuk terus berada dalam pengobatan dan pasien yang menerima pengantaran
ARV ke rumah, 1,12 kali lebih mungkin untuk terus berada dalam pengobatan. Data ini kurang
lebih menunjukkan kemungkinan kontribusi MMD dalam menjaga retensi pengobatan pasien
Saat ini implementasi MMD masih terbatas di Indonesia. Kementerian Kesehatan berupaya
meningkatkan cakupan MMD secara bertahap di tahun-tahun mendatang di seluruh provinsi.
Demi tercapainya tujuan tersebut, Permenkes No. 23 Tahun 2022 memungkinkan tenaga
kesehatan memberikan MMD kepada pasien yang memenuhi syarat, seperti yang dinyatakan
dalam Lampiran PMK Bab VII Penanganan Kasus, huruf J nomor 6 tentang Pemberian ARV
untuk Beberapa Bulan.
Oleh karena itu, Petunjuk Teknis Pelaksanaan MMD ini menjadi dokumen turunan dari
Permenkes tersebut yang akhirnya dapat digunakan sebagai referensi utama mengenai teknis
pelaksanaan MMD di Indonesia.


 Back