Skip to content Skip to footer
No Image Available

Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI Anak Usia 6-23 Bulan

 Penulis: Mahmud Fauzi;Helda Khusun; Indriya Laras Pramesthi; Evi Nurhidayati; Risang Rimbatmaja; Irwan Panca Warioseno; Yunita Rina Sari; Mugeni Sugiharto; dan Esti Katherini Adhi  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 100  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 29 x 21 cm  Editor: Hera Nurlita dan Stefani Christanti
 Deskripsi:

Di Indonesia, perbaikan praktik MP-ASI pada anak usia 6 – 23 bulan merupakan salah satu dari kegiatan
intervensi spesifik indikator dalam upaya penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres)
nomor 72 tahun 2021. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah 80% anak usia 6 – 23 bulan
mendapat MP-ASI yang baik. Indikator tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah untuk menurunkan
prevalensi stunting menjadi 14% sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2020-2024. Namun demikian, berbagai informasi yang ada selama ini menunjukkan bahwa
pola pemberian makan bayi dan anak (PMBA), termasuk pemberian MP-ASI, di Indonesia masih
bermasalah. Hasil Susenas Tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 73,97% anak baduta mendapatkan
ASI eksklusif dan 59,33% memenuhi minimum dietary diversity (minimum keragaman makanan atau
MKM).
Kementerian Kesehatan telah memiliki pedoman pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang
diterbitkan pada tahun 2021, namun penekanan pesan spesifik pada pedoman tersebut belum
sepenuhnya menunjang beberapa indikator baru pada panduan indikator PMBA dari WHO/UNICEF
tahun 2021. Selain itu, saat ini pemantauan PMBA masih terfokus pada pemberian ASI. Ketersediaan
indikator terkait MP-ASI juga masih bersumber dari survei nasional dan belum ada pemantauan yang
dilakukan secara rutin. Agar intervensi dapat dilakukan secara dini, diperlukan pemantauan praktik MP-
ASI secara rutin.
Pemantauan praktik MP-ASI dilakukan untuk melihat gambaran 3 aspek, yaitu Minimal Keragaman
Makanan (MKM), konsumsi telur, ikan, atau daging (TID), dan MP-ASI baik yang merupakan gabungan
dari MKM dan TID. Kegiatan pemantauan praktik MP-ASI pada seluruh anak usia 6-23 bulan ini
dilaksanakan di langkah 5 posyandu setiap triwulan pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Kader kesehatan terlatih melakukan wawancara kepada ibu/pengasuh utama terkait MP-ASI yang
dikonsumsi anak usia 6-23 bulan seharian kemarin mulai anak bangun tidur di pagi hari sampai tidur
kembali di malam hari. Analisa, interpretasi, evaluasi, dan tindak lanjut hasil pemantauan praktik MP-ASI
dilakukan pada tingkat individu dan tingkat kelompok masyarakat. Untuk tingkat individu, apabila
ditemukan anak usia 6-23 bulan yang belum mendapatkan MP-ASI beragam dan mengonsumsi telur,
ikan, atau daging, kader memberikan edukasi agar ibu/pengasuh utama dapat memperbaiki pola makan
anak agar menjadi lebih beragam dan mengandung telur, ikan, atau daging. Sedangkan untuk tingkat
masyarakat, hasil pemantauan praktik MP-ASI baru dapat dievaluasi jika cakupan anak usia 6-23 bulan
yang datang ke posyandu adalah minimal 80% sasaran.
Dalam memberikan edukasi kepada ibu/pengasuh utama anak usia 6-23 bulan, diperlukan ketrampilan
komunikasi antar pribadi (KAP) yang mempunyai 3 prinsip utama, yaitu: membangun keakraban, saling
mendengar dan berbicara, dan mengunci komitmen. Oleh karena itu, dalam petunjuk tenis ini juga
dicantumkan terkait teknik-teknik dasar dalam melakukan 3 prinsip utama KAP tersebut disertai dengan
aplikasi KAP untuk pelaksanaan pemantauan praktik MP-ASI.
Buku Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI anak usia 6-23 bulan ini dapat menjadi rujukan utama
bagi tenaga kesehatan dan kader kesehatan dalam melaksanakan pemantauan praktik MP-ASI di
wilayah kerjanya. Hasil pemantauan praktik MP-ASI dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan
kegiatan intervensi individu dan intervensi komunitas yang komunikatif, efektif, tepat sasaran dan

berkelanjutan, serta menjadi masukan yang berharga untuk perumusan kebijakan dalam upaya
perbaikan gizi.


 Back
Scatter Hitam RTP Slot Gacor Slot Kamboja