Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Seiring diterbitkannya PMK Nomor 23 Tahun 2023 tentang pedoman penanggulangan
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pelaksanaan penanganan COVID-19 dialihkan dari
Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ke
Kementerian Kesehatan. Dari data bersumber SATU SEHAT per tanggal 30 November
2023 diketahui bahwa selama masa pandemi, imunisasi COVID-19 secara nasional sudah
lebih dari 453 juta suntikan diberikan ke sasaran dengan rincian cakupan dosis 1 sebesar
203.877.640 (86,9%), dosis 2 sebesar 174.965.373 (74.6%), dosis 3 sebesar 70.936.981
(39,1%), dan dosis 4 sebesar 3.635.233 (2,0%).

Dari data tersebut diketahui bahwa dosis primer kedua dan dosis lanjutan imunisasi COVID-
19 program masih kurang dari target yang ditetapkan, sehingga masih ada risiko terjadinya
penularan dan peningkatan kasus COVID-19 di masyarakat. Keberlanjutan upaya
penanggulangan COVID-19 yang dilakukan salah satunya adalah dengan pemberian
imunisasi rutin COVID-19 untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus di masa endemi
ini.

Agar pelaksanaan imunisasi COVID-19 program terselenggara dengan optimal, efisien,
efektif dan akuntabel di masa endemi COVID-19, maka perlu disusun Petunjuk Teknis
Pemberian Imunisasi COVID-19 Program dalam rangka pencegahan dan pengendalian
penyakit COVID-19, sebagai panduan dalam pelaksanaannya.

Petunjuk Teknis Pemberian Imunisasi COVID-19 Program ini bertujuan sebagai acuan bagi
tenaga kesehatan pada level nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas pelayanan
kesehatan dalam pemberian imunisasi COVID-19 program yang dilaksanakan secara rutin.
Secara khusus, petunjuk teknis ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk
mempersiapkan pemberian imunisasi COVID-19 program, melaksanakan imunisasi COVID-
19 program, melakukan surveilans dan penanggulangan KIPI imunisasi COVID-19 program,

melakukan pencatatan dan pelaporan imunisasi COVID-19 program, serta monitoring dan
evaluasi imunisasi COVID-19 program.


 Back