Skip to content Skip to footer
No Image Available

PETUNJUK TEKNIS PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS TUBERKULOSIS

 Penulis: Tiffany Tiara Pakasi, dr, MA  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 88  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 25 x 16 cm  Editor: Retno Kusuma Dewi, dr, MPH dan Qanita Syakiratin, MKM
 Deskripsi:

Prinsip diagnosis TB telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No.67 tahun 2021 tentang
penanggulangan Tuberkulosis. Jenis pemeriksaan yang digunakan saat ini dalam program TB
meliputi pemeriksaan mikroskopis, biakan, uji kepekaan yang dapat dilakukan secara fenotipik
(DST) maupun genotipik/molekuler (LPA, TCM, dan TCM XDR).
Merujuk pada Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal P2P Nomor HK.02.02/III.I/936/2021 bahwa
Tes Cepat Molekuler (TCM) adalah alat diagnosis utama yang digunakan untuk penegakan
diagnosis TBC. Bagi fasyankes yang mengalami kendala mengakses layanan TCM maka
penegakan diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis. Pasien TBC yang
terdiagnosis dengan pemeriksaan mikroskopis harus dilakukan pemeriksaan lanjutan
menggunakan TCM untuk mengetahui status resistansi terhadap rifampisin. Pemeriksaan TCM
tetap tidak bisa menggantikan peran pemeriksaan mikroskopis sebagai pemantauan
pengobatan (follow up).
Dengan tetap digunakannya pemeriksaan mikroskopis untuk pemeriksaan laboratorium TBC,
maka penjaminan kualitas pemeriksaan mikroskopis harus dilakukan secara berkala. Untuk
menjaga kualitas pemeriksaan mikroskopis TBC, Pemantapan Mutu Internal (PMI) dan
Pemantapan Mutu Eksternal (PME) termasuk uji silang harus terlaksana dengan
berkesinambungan.
Jejaring pemeriksaan mikroskopis TBC disusun untuk mendukung pemeriksaan mikroskopis
yang lebih efektif di masing-masing jenjang. Pengelolaan jejaring laboratorium mikroskopis TBC
terbagi menjadi jejaring rujukan pemeriksaan mikroskopis TBC dan jejaring pemantapan mutu
laboratorium pemeriksaan mikroskopis TBC.


 Back