Skip to content Skip to footer
 Deskripsi:

Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di
dunia dan di Indonesia. Menurut laporan WHO tahun 2022, Indonesia berada dalam daftar 10 negara
dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia dan menempati peringkat tertinggi kedua di dunia
terkait angka kejadian TBC.
Untuk mendukung upaya penemuan, diagnosis TBC, dan pengobatan kasus TBC serta pencegahan
maka diperlukan pengelolaan logistik TBC yang baik. Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) perlu
didukung dalam hal ketersediaan Logistik Obat maupun Non Obat. Untuk menjamin ketersediaan logistik
di semua layanan, maka diperlukan petunjuk teknis pengelolaan logistik.
Petunjuk teknis pengelolaan logistik ini dibuat sebagai panduan arah kebijakan dan pelaksanaan
operasional pengelolaan logistik program pengendalian TBC di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota,
dan fasyankes untuk menjamin ketersediaan dan kualitas logistik TBC.
Petunjuk teknis ini berisi mengenai siklus pengelolaan logistik TBC yang terdiri dari perencanaan,
pengadaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, dan Monitoring Evaluasi serta dukungan manajemen.
Dengan diterapkannya pengelolaan logistik yang baik dan bermutu diharapkan dapat membantu program
TBC dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien TBC di seluruh pelayanan kesehatan dan
efisiensi anggaran.
Petunjuk teknis ini akan dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan terkini,
pengalaman praktis, serta rekomendasi nasional dan internasional. Pembaruan secara teratur akan
dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan program penangulangan TBC di Indonesia.


 Back