Skip to content Skip to footer
No Image Available

Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK), Balita Berat Badan Tidak Naik/weight faltering Balita, Balita Berat Badan Kurang dan Gizi Kurang

 Penulis: Eko Prihastono, SKM, dan Tim  Kategori: Pengajuan ISBN  Penerbit: Kementerian Kesehatan  Halaman: 94  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Ukuran: 21 x 15 cm  Editor: Mahmud Fauzi, SKM, M.Kes
 Deskripsi:

Petunjuk Teknis ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan sinergi langkah-langkah
kebijakan dan program dalam mengatasi masalah gizi untuk ibu hamil dan balita. Menurut
Riskesdas 2018 prevalensi ibu hamil dengan KEK 17,3%, sedangkan menurut SSGI 2021
prevalensi balita kurus 7,1% dan stunting 24,4%. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi
akan mempengaruhi proses tumbuh kembang janin, berisiko melahirkan bayi BBLR. BBLR
yang tidak mendapatkan penanganan yang sesuai standar seperti halnya balita dengan
kekurangan gizi akan berisiko stunting.
Dalam upaya memastikan dan mengatasi masalah gizi selama kehamilan, WHO
merekomendasikan pendidikan gizi dan mendorong ibu hamil mendapatkan makanan bergizi
seimbang dan pemenuhan kebutuhan protein, bersama dengan pemberian tablet tambah darah
dan penguatan melalui konseling (WHO, 2013) . Rekomendasi WHO ini telah menjadi kebijakan
Kementerian Kesehatan dimana sejak tahun 2016 memberi makan tambahan pabrikan baik
pada ibu hamil KEK dan balita gizi kurang. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016.


 Back